Posts tagged with “PREANALITIK DAN INTERPRETASI GLUKOSA DARAH UNTUK DIAGNOSIS DIABETES MELITUS”

PREANALITIK DAN INTERPRETASI GLUKOSA DARAH UNTUK DIAGNOSIS DIABETES MELITUS

1 PREANALITIK DAN INTERPRETASI GLUKOSA DARAH UNTUK DIAGNOSIS DIABETES MELITUS

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.
Diagnosis Penyakit diabetes Melitus

Berdasarkan aspek klinis yang meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik, sangatlah diperlukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang paling sederhana adalah pemeriksaan gula darah. Tahapan preanalitik dan interpretasi hasil pemeriksaan gula darah sangatlah perlu diperhatikan agar didapatkan hasil yang bermakna sehingga diagnosis diabetes melitus dapat ditegakkan dan sebagai monitoring hasil pengobatan.
Diabetes Melitus, Preanalitik, insulin PREANALITIC AND INTERPRETATION BLOOD GLUCOSE FOR DIAGNOSE DIABETIC MELITUS  Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder disease which has been characterized by chronic hyperglycemia as well as abnormalities in the metabolism of carbohydrates, fats and proteins caused by abnormalities of insulin secretion, insulin resistance or both. The Diagnoses of diabetes mellitus in addition based on the clinical aspects of which include amnesia, physical examination and diagnoses is required in the form of investigations the laboratory examination. The simplest laboratory examination is the examination of blood sugar.


The stages of preanalitic and the interpretation of results examination of the blood sugar is worth nothing in order to obtain meaningful results so that a diagnosis of diabetes mellitus can be enforced and for monitoring treatment outcomes.
Diabetic Mellitus, Preanalitic, insulin

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronais yang memerlukan terapi medis secara berkelanjutan. Penyakit ini semakin berkembang dalam jumlah kasus begitu pula dalam hal diagnosis dan terapi. Dikalangan masyarakat luas, penyakit ini lebih dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis. Dari berbagai penelitian, terjadi kecenderungan peningkatan prevalensi DM baik di dunia maupun di Indonesia.

Diabetes Melitus dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yang serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, jantung, dan pembuluh darah. Untuk mencegah komplikasi yang lebih serius adalah dengan diagnosis dini DM agar dapat diberikan intervensi lebih awal. Oleh karena itu, penulis tertarik menggali lebih dalam lagi bagaimana cara preanalitik dan interpretasi glukosa darah untuk diagnosis Diabetes Melitus ini.
Definisi Diabetes Melitus Diabetes Melitus adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.
Hiperglikemia kronis pada diabetes melitus akan disertai dengan kerusakan, gangguan fungsi beberapa organ tubuh khususnya mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Walaupun pada diabetes melitus ditemukan gangguan metabolisme semua sumber makanan tubuh kita, kelainan metabolisme yang paling utama ialah kelainan metabolisme karbohidarat. Oleh karena itu diagnosis diabetes melitus selalu berdasarkan tingginya kadar glukosa dalam plasma darah.4 3 Prevalensi DM sulit ditentukan karena standar penetapan diagnosisnya berbeda-beda. Berdasarkan kriteria American Diabetes Association tahun 2012 (ADA 2012), sekitar 10,2 juta orang di Amerika Serikat menderita DM. Sementara itu, di Indonesia prevalensi DM sebesar 1,5-2,3% penduduk usia >15 tahun, bahkan di daerah Manado prevalensi DM sebesar 6,1%.3 Pemeriksaan laboratorium bagi penderita DM diperlukan untuk menegakkan diagnosis serta memonitor terapi dan timbulnya komplikasi.


Dengan data artikel di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa diabetes dapat di simpulkan karena kerusakan pankreas dapat mengakibatkan diabetes mellitus tipe 1 dan 2 , maka dengan adanya bio aktif di TNO dapat merangsang pankreas untuk memproduksi insulin dan hormone agar normal kembali akan tetapi dengan mengkonsumsi 8 botol dalam 3 bulan . bila ingin lebih lanjut detail di sarankan ngobrol sama Bapak Andy Chen . ato klik di diabetes-melitus.net untuk mecari nomor wa ato hapenya Bapak Andy chen

Leave a Comment